Iklan Rokok Memang Menarik

Mu’tadin (2002) mengemukakan bahwa melihat iklan di media massa dan elektronik yang menampilkan gambaran bahwa perokok adalah lambang kejantanan atau glamour, membuat remaja seringkali terpicu untuk mengikuti perilaku seperti yang ada dalam iklan tersebut.

Meski iklan rokok tak menampilkan rokok secara terang-terangan, kemampuan menunjukkan citra keren dengan rokok telah dibangun industri rokok sejak lama. Mereka telah mampu beradaptasi dengan regulasi periklanan yang ada di berbagai negara.

Data penelitian IPM tahun 2018 menunjukkan 53% pelajar perokok tertarik dengan iklan rokok. Fenomena ini menjadi tentu menjadi keprihatinan jika menilik kembali bahwa iklan yang dianggap menarik ini cukup mendorong pelajar untuk menjajal rokok.

Selain mempertegas perizinan iklan rokok, kampanye yang menarik juga perlu digencarkan untuk menandingi promosi rokok. Mari bersama benahi lingkungan sekitar dari bahaya rokok yang semakin mengancam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *